(●'◡'●) Brandon Prajogo

Dunia Baru

Gak terasa sudah 1 bulan lebih absen upload blog. Kira-kira kenapa ya? Lulus atau enggak nih???

Bentar-bentar, jadi gini…

Sebenernya masih belum tahu bakal lulus beneran atau enggak, sampai tanggal 15 Juni.

Yup, pengumuman kelulusan diumumkan pas acara Wasana Warsa. Untungnya semua murid lulus, termasuk saya. Terima kasih banyak buat para guru dan teman-teman selama perjalanan 3 tahun terakhir.

Seperti yang saya ceritakan dipost sebelumnya, setelah lulus saya akan melanjutkan jenjang SMA di luar kota, tepatnya di SMA Kolese Loyola Semarang. Jadi mulai tanggal 6 Juli sudah nyiapin barang-barang dan tanggal 7 mulai pindah ke kos.

Sama seperti sekolah lain yang punya singkatan, sekolah saya juga punya. Orang-orang biasanya manggil dengan sebutan Loyola atau Loyola College (LC). Berhubung ini sekolah Katolik, namanya diambil dari santo pelindungnya yaitu St. Ignasius dari Loyola.

Saya mulai masuk sekolah untuk pertama kali pada tanggal 8 Juli dengan mengikuti kegiatan semacam pengenalan lingkungan sekolah. Uniknya jika di sekolah lain masa pengenalan ini singkatannya MPLS dan di Kampus/Universitas disingkat OSPEK, di Loyola disingkat POPSILA (Pekan Orientasi dan Pengenalan bagi Siswa-Siswi SMA Kolese Loyola). Tema tahun ini yaitu “Magis for Human Excellence”. Kegiatan POPSILA berlangsung selama 2 minggu.

Selama POPSILA, satu angkatan dibagi menjadi 23 kelompok, beberapa diantaranya yaitu kelompok Jay, Bobadilla, Xavier, Laynez, Broet, Rodriguez, dll. Saya masuk di kelompok Salmeron. Setiap harinya terbagi menjadi 3 sesi yaitu Sesi Eksekutif, Sesi Fasilitator, dan Sesi Angelus.

Sesi Eksekutif berisi tentang sosialisasi umum tentang Loyola seperti Kurikulum, Peraturan sekolah, Kelengkapan Pendidikan, Bursa Informasi Pendidikan Tinggi. Sesi Fasilitator berisi tentang pembinaan dan Ice breaking (kegiatan mencairkan suasana dengan permainan) dari guru pendamping. Sesi Angelus berisi tentang kegiatan Ice breaking dari pemimpin kelompok yang disebut Angelus.

Berikut ini foto-foto keseruannya:

Persiapan community building

Gambar 1: POPSILA Day 6 (Persiapan Community Building) — July 16, 2022

Belajar menjadi generasi yang berkompeten

Gambar 2: POPSILA Day 2 (Belajar Menjadi Generasi Yang Berkompeten) — July 12, 2022

Community building

Gambar 3: POPSILA Day 7 (Community Building) — July 18, 2022

Membuat pohon komitmen

Gambar 4: POPSILA Day 8 (Membuat Pohon Komitmen) — July 19, 2022

Foto bersama

Gambar 5: POPSILA Day 8 (Foto Bersama) — July 19, 2022

Foto bersama koloni

Gambar 6: Foto bersama koloni setelah upacara — August 17, 2022

Foto bersama wali kelas

Gambar 7: Foto Bersama Kelas — August 17, 2022

Setelah mengikuti kegiatan POPSILA, saya ikut upacara dan lanjut pelajaran seperti biasa. Terdapat 10 kelas dari X-A hingga X-J, saya termasuk di kelas X-I. Senang rasanya bisa berkenalan dengan para guru dan teman baru, karena pertama kalinya berinteraksi dengan orang-orang baru semenjak pandemi. Setiap berkenalan dan mengobrol membantu saya untuk bersosialisasi dan membuka ruang diskusi.

Setelah pelajaran selesai, saya lihat banyaknya kegiatan di luar pembelajaran seperti latihan Gamelan Soepra, ekstrakuriker dan lomba. Setiap kegiatan juga diberi fasilitas yang keren dari sekolah, dan sekolah masih buka saat malam. Menurut saya, ini penting untuk mengembangkan potensi/minat setiap murid.

Berhubung masih siswa baru, tentunya diberikan pilihan untuk memilih Ekskul. Ketika itu saya pilih Bulutangkis dan Komputer Program, disinilah pengalaman kurang menyenangkan pertama terjadi. Karena banyak yang ikut Bulutangkis, jadinya terpaksa seleksi.

Seleksi Bulutangkis sebenarnya cukup simpel, yaitu dengan melakukan servis dengan menghabiskan beberapa kok yang sudah disediakan. Sayangnya, saya tidak berhasil diterima dan harus pindah di ekskul olahraga lain. Kecewa memang, rasanya seperti diremehkan. Untungnya saya keterima di ekskul Tennis Lapangan yang gak kalah seru juga dengan Bulutangkis.

Terus Ekskul Komputer Program juga ada seleksi gak Brand? Tentu ada dong… lagi-lagi karena yang daftar banyak.

Seleksi Komputer Program sebenarnya lebih mudah dibanding Bulutangkis. Hanya perlu menjawab beberapa pertanyaan di selembar kertas, intinya berisi tentang pengalaman pribadi seputar teknologi/IT jadi bisa dijawab dengan mudah tanpa perlu buka internet. Minggu depannya, diumumkan peserta yang lolos seleksi Komputer Program dan saya salah satunya.

Berbeda dengan rumah sendiri, selama di kos saya belajar untuk menentukan semua keputusan secara mandiri, mulai dari tugas, keuangan, dan management waktu. Jujur saja ini bukanlah hal yang mudah, mengingat saya dari dulu adalah anak rumahan yang setiap keputusan dibantu dengan orang tua. Tapi makin lama mulai bisa beradaptasi, yang penting ada niatnya.

Jadi, selamat datang di dunia yang baru. Dunia baru, kebiasaan baru, dan tanggung jawab baru.

#Sekolah