(●'◡'●) Brandon Prajogo

Pindah ke Hugo

Buat pembaca lama blog saya, pasti sudah ngerti kalau saya suka pindah-pindah platform untuk ngeblog. Di artikel ini saya akan jelaskan perjalanan saya ngeblog di berbagai platform, dan alasan saya pindah ke Hugo.

Perjalanan di Blogger

Pertama kali ngeblog saya pakai Blogger, sebuah platform dari Google yang dirancang khusus buat bikin blog (yang domainnya .blogspot.com) itu lho.

Anggap aja Blogger cara kerjanya seperti Instagram, kita buat akun dan posting konten di sana. Cuma bedanya, Instagram dirancang khusus untuk tempat posting foto dan video, sedangkan Blogger dirancang khusus untuk posting tulisan.

Keunggulannya cukup banyak, yang pertama bisa dibilang kenceng karena hostingnya pakai server dari Google. Kedua, bikin Blogger itu GRATIS. Kalian gak ngeluarin duit sepeserpun buat ngeblog di Blogger, karena biaya hosting, dan domain (blogspot.com) ditanggung oleh Google langsung.

Paling kalau mau kelihatan keren tinggal beli domain .com, buat ngilangin blogspotnya itu. Misal dari brandonprajogo.blogspot.com jadinya tinggal brandonprajogo.com aja.

Saya pakai Blogger bisa dibilang cukup lama, sekitar tahun 2017-2023. Namun setelah itu, saya memutuskan untuk pindah ke WordPress, karena beberapa alasan:

  1. Tema yang disediakan sangat terbatas. Kalau mau ngubah tampilannya biar keren harus ngedit kodingannya.

  2. Kalau bikin blog dengan Blogger wajib patuh sama aturan yang dibuat oleh Google. Kalau kita ngelakuin pelanggaran, siap-siap blog kita bisa dihapus kapan aja sama Google.

  3. Masa depan enggak jelas. Kita kurang tahu Blogger bakal bertahan berapa lama. Sejauh yang saya perhatikan, tampilan Blogger sudah terbilang jadul, dan seperti tidak terurus. Bisa saja kedepannya Blogger bakal ditutup, kalau enggak menguntungkan lagi buat Google.

Perjalanan di WordPress

WordPress merupakan software yang biasa digunakan untuk membuat dan mengelola website. Mirip-mirip seperti Blogger, yang dimana kita bisa buat akun dan juga posting konten. Namun bedanya WordPress ini lebih fleksibel. Kenapa fleksibel?

  1. Berbeda dari Blogger yang cuma bisa bikin website blog aja, kalau di WordPress kamu bisa bikin website apa aja. Mulai dari website perusahaan, sekolah, universitas, belanja online, restoran, portofolio, forum, dan masih banyak lagi.

  2. Gak bisa ngoding? Gak masalah! Kamu bisa bikin website hanya dengan memilih tema dan plugin saja.

  3. Bisa milih mau hosting sendiri atau sekalian dihosting oleh mereka. Inilah alasan mengapa WordPress ada 2 jenisnya, yang akan saya bahas setelah ini.

Waktu saya pindah ke WordPress pada pertengahan tahun 2023, saya cukup bingung karena ada dua jenis WordPress yang ada saat ini:

  1. WordPress.com yaitu website WordPress yang hosting, dan domainnya sudah disediakan oleh Automattic. Manfaatnya, kita gak perlu pusing memikirkan hal teknis, dan fokus buat pilih tema, dan bikin konten blognya aja.

  2. WordPress.org yaitu software open source buat bikin website WordPress. Karena WordPress.org hanya berupa software, kita perlu menyiapkan hosting, dan domain sendiri buat menampung websitenya.

Karena saya cukup tertarik dengan hal-hal teknis, saya jadinya pilih WordPress.org. Untuk hosting, dan domain saya beli di Dewaweb.

Sayangnya keputusan tersebut tidak bertahan lama karena beberapa alasan:

  1. Ngedit temanya cukup susah, karena itu kita harus pakai page builder Elementor kalau mau ngedit temanya sesimpel drag and drop.

  2. Menemukan tema, dan plugin yang bagus itu susah banget, banyak yang berbayar tapi kualitasnya juga kurang bagus. Terlebih ada beberapa tema/plugin yang mewajibkan kita buat langganan.

  3. Website WordPress sendiri termasuk kategori website dinamis, yang dimana penyimpanan datanya menggunakan database, hal ini membuat website saya harus mengambil data dari database tiap kali diakses pengunjung. Kalau resource hostingnya sedikit, ya otomatis bakal jadi lemot.

Setelah itu, pada akhir tahun 2023 sampai awal tahun 2024, saya coba ngeblog pakai Medium.

Perjalanan di Medium

Bisa dibilang, saya paling semangat nulis waktu di Medium. Mirip Blogger dan WordPress.com, semua urusan teknis udah diurus oleh mereka, kita tinggal fokus nulis konten terus dipublish! Tema juga udah dibuatin sama mereka, makanya enak banget.

Tapi lagi-lagi ada beberapa hal yang membuat saya juga hengkang dari Medium:

  1. Kalau mau domain khusus dan bebas iklan harus jadi member. Sebenernya cuma bayar $5/bulan, tapi saya bingung cara bayarnya kalau pakai dollar.

  2. Mirip seperti Blogger, kita harus patuh sama aturan yang udah dibuat sama Medium. Kalau sengaja/gak sengaja melanggar, konten atau seluruh blognya bisa ditutup.

  3. Pilihan desain sangat terbatas, hanya bisa merubah, warna, font, dan foto header saja.

Perjalanan di Hugo

Baru-baru ini saya pindah ke Hugo. Yang unik disini, Hugo merupakan Static Site Generator (SSG), atau generator website statis. Website statis itu website yang hanya berisikan file (HTML, CSS, JavaScript) tanpa ada database didalamnya. Karena server tidak perlu mengambil file dari database setiap kali pengunjung membuka website, otomatis kecepatan websitenya jadi jauh lebih ngebut. Inilah perbedaan terbesar Hugo dibandingkan WordPress, Blogger, Medium yang masih pakai database untuk nyimpan data websitenya.

Kenapa disebutnya generator? Karena tugas Hugo hanya mengonversi konten kita, yang awalnya berbentuk Markdown, menjadi file website (HTML, CSS, JavaScript) yang bisa langsung diupload ke hosting. Ini juga berbeda dari Blogger, WordPress, dan Medium yang mempunyai tugas tambahan untuk mengelola konten kita juga.

Berkat sistem Hugo sebagai generator website statis dan juga tema yang efisien berhasil membuat saya dapat skor kecepatan 100 di PageSpeed Insights!

Tema-tema yang disediakan kebanyakan gratis, dan juga open source, yang berarti temanya bisa bebas kita ubah-ubah kodingannya, dan dipakai lagi. Banyak pembuat tema membuat dokumentasinya jelas, sehingga memudahkan kita buat pakai temanya. Segala kelebihan ini gak dimiliki oleh platform lain, yang membuat saya jatuh cinta dengan Hugo.

Kelemahannya ada gak Brand? Tentu ada dong. Pertama, kita harus nyaman pakai command line kalau bikin website pakai Hugo. Untuk bikin website, kita harus pakai perintah:

hugo new site nama-website-kamu

Buat bikin halaman bisa pakai perintah:

hugo new judul-halaman.md

Kalau mau buat artikel, pakai perintah:

hugo new blog/judul-artikel.md

Kalau kamu masih penasaran, kamu bisa pelajari lebih lanjut cara bikin website Hugo di link ini.

Kedua, untuk mengubah konten, dan kodingan harus pakai text editor, kalau saya menggunakan Visual Studio Code. Buat yang gak suka hal-hal teknis saya yakin udah pusing duluan baca perintah-perintahnya, tapi kalau menurut saya tetap worth it :D

Begitulah cerita singkat saya pindah-pindah platform blog. Tidak ada platform yang jelek, karena tiap platform punya cara kerja berbeda tergantung dengan preferensi masing-masing pengguna. Hal yang paling penting dalam pembuatan blog yaitu menyajikan konten-konten yang berkualitas.

#Teknologi