(●'◡'●) Brandon Prajogo

Untung Rugi Masa Pandemi

Tinggal 1 bulan lagi kita sudah berada di penghujung tahun 2021. Selama masa pandemi ini, ada banyak pengalaman yang bisa saya dokumentasikan. Mulai dari kisah belajar online, hobi, berita duka, hingga adaptasi kebiasaan baru. Bisa saya katakan, pengalaman tahun ini campur aduk.

Saya mulai melihat masa pandemi ini sebagai 2 sisi. Rugi dan Untung. Ada orang yang sedang ancur-ancuran, ada juga yang malah naik daun.

“Apakah kamu merasa diuntungkan atau dirugikan selama masa ini?”

Sejujurnya, saya mengalami keduanya. Beberapa hal membuat saya rugi, ada juga yang membuat saya untung. Pada post ini, saya akan menceritakan untung dan rugi bedasarkan pengalaman pribadi. Kita mulai saja dari yang rugi dulu, biar endingnya bisa manis. Hehe.

1. Kedisiplinan Menurun

Pandemi mengurangi kedisiplinan saya secara signifikan, bahkan hingga saat ini. Sebagai pelajar kelas akhir, terutama kelas 9, sudah seharusnya saya menjadi siswa yang paling disiplin dibandingkan dengan adik kelas. Yang biasanya selalu dituntut yaitu mengumpulkan tugas tepat waktu, aktif dalam tugas kelompok, mencari/meningkatkan prestasi agar mudah keterima di SMA nanti.

Karena sistem pembelajaran masih online dan tatap muka terbatas, Instagram, Twitter, WhatsApp, YouTube, dan kawan-kawannya sudah bukan lagi sahabat yang jauh. Jenuhnya mengerjakan tugas, di situlah godaan untuk bermain media sosial muncul. Tugas dan ulangan mulai menjadi proyek yang tertunda. Terus ditunda membuatnya bengkak seperti utang pinjol. Tak jarang saya dijapri, diumumkan ke grup kelas belum mengerjakan beberapa tugas dan ulangan.

Saya sadar ini masalah serius bagi saya. Mulai besok, saya coba membatasi waktu media sosial saya maksimal 1 jam 30 menit dan memprioritaskan waktu saya untuk mengerjakan tugas, ulangan, dan belajar. Metode ini rencanannya akan saya terapkan secara konsisten.

2. Bergadang

Saya juga sering bergadang untuk menyelesaikan tugas dan ulangan. Jam 11–12 malam baru tidur. Mama saya pun tak lupa setiap hari membujuk saya mengentikan kebiasaan buruk ini. Bergadang juga tidak enak bagi saya, karena hanya mengurangi semangat dan membahayakan kesehatan.

Mulai ingat masa kecil saya ketika kelas 1–6 SD, dimana saat itu tidur jam 9 malam bukanlah hal yang sulit. Sekarang, tidur jam 9 saja sudah merupakan berkat istimewa bagi saya.

3. Jarang Olahraga

Papa saya selalu bilang, di usia saya olahraga adalah hal penting dan harus konsisten dilakukan minimal 1 jam/hari. Selain memaksimalkan pertumbuhan, juga mencegah berbagai penyakit seperti Diabetes, Penyakit Jantung, Gagal ginjal, dan lainnya.

Masalahnya, olahraga yang saya lakukan masih tidak konsisten dan masih kurang banyak untuk usia saya. Saya hanya treadmill 3x dalam seminggu, durasi 30 menit. Kalau sibuk/malas hanya sekali dalam seminggu. Rebahan lebih saya cintai ketimbang olahraga. Hehe.

Sekarang kita masuk bagian untungnya.

1. Hobi Baru

Selama SFH, saya mulai tertarik mempelajari hal baru, hingga hal baru itu sekarang jadi hobi saya. Hobi saya sukai saat ini adalah fotografi, dan bermain gitar.

Hal yang saya pelajari dari fotografi yaitu komposisi fotografi, jenis-jenis kamera, berbagai ukuran sensor kamera, software editing, Segitiga Eksposure (ISO, Aperture, Shutter Speed), dan lainnya. Saya biasa mengupload karya fotografi saya di Instagram (@brandonprajogo).

Sedangkan gitar saya belajar tentang nada dasar, jenis-jenis petikan, mengiring lagu menggunakan gitar.

2. Makin Peduli Kebersihan

Sesuai anjuran WHO dan Kementerian Kesehatan RI, kita harus menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi. Cuci tangan, jaga jarak, pakai masker selalu jadi prioritas. Karena saya sudah sering melakukan maka hal itu sudah jadi kebiasaan saya. Saya juga terbiasa meningkatkan kebersihan tubuh saya seperti sering cuci muka, mandi, dan sikat gigi.

3. Jarang Panik

Hal kecil sebetulnya, tapi entah kenapa selama ini saya jarang merasa panik. Biasanya kalau masalah datang, selalu saya hadapi dengan tenang dan tentunya berusaha mencari solusi. Karena saya sadar panik tidak akan menyelesaikan masalah, melainkan membuat masalah seolah-olah lebih besar dari yang kita kira.

4. Suka Baca Buku

“Membaca adalah jendela dunia.” Ketika kita membaca buku, banyak pengetahuan baru yang kita terima.

Sebelum pandemi, saya tergolong orang yang malas baca buku. Buku yang saya baca biasanya hanya buku pelajaran. Sekarang saya mulai sering baca buku lain terutama tentang keuangan dan teknologi. Selain menambah ilmu, membaca buku juga membantu mengurangi candu media sosial yang saya alami.

5. Mendapat Penghasilan Tambahan

Mencari pendapatan tambahan sepertinya bagus juga, karena bisa meringankan beban finasial orang tua dan hasilnya juga dapat disisihkan untuk masa depan saya seperti biaya SMA dan Kuliah.

Maka itu pada bulan November 2020 lalu saya membuka usaha toko online kecil-kecilan yang bernama Ventura Online Store di Shopee. Saya bersyukur produk saya lumayan laku, karena itu saya juga berencana membuka cabang di Tokopedia.

Itulah beberapa keuntungan dan kerugian yang saya alami selama masa pandemi. Yang pasti, sebesar apapun kerugian/kegagalan/kesalahan kita jangan pernah berhenti bersyukur. Jadikan kerugian yang kita alami sebagai pelajaran, agar membuahkan banyak keuntungan di kemudian hari. Semangat!

#Cerita