Skip to content
  • Jadi Diri Sendiri

    6 February 2021
    Motivasi

    Pernahkah kalian minder dan merasa gak berguna? Mungkin karena kelemahan kita, fisik kita, melihat prestasi orang lain, kesuksesan orang lain, atau kekayaaan orang lain?

    Saya yakin pasti banyak dari kalian yang sudah pernah mengalami. Saya juga sering. Kali ini saya akan menceritakannya.

    Semua berawal ketika saya masih duduk di kelas 1 sampai 3 SD, ketika itu sering diejek beberapa teman tentang fisik. Mulai dari dikatain gendut, males olahraga, rambut kaya landak, sampai saya yang sering disamakan dengan tikus.

    Yup benar, hewan tikus. Hewan jorok yang banyak tinggal di selokan itu.

    Tapi yang paling kerasa impact nya yaitu ketika dikatain gendut. Mulai terlintas di benak saya

    “Iya juga ya, temen lain banyak yang kurus. Kenapa ya aku masih gendut? Kenapa aku gak bisa kurus kaya mereka?”.

    Seperti anak kecil lainnya yang kalau diejek besoknya lupa, saya juga sama. Besoknya mulai semangat lagi deh pergi sekolah.~

    Masalah muncul lagi ketika kelas 7. Sebelum itu udah kenal medsos sejak kelas 5 SD, tapi entah kenapa rasa minder muncul pertama kali ketika kelas 7. Saya sudah banyak follow akun media sosial yang kebanyakan isinya orang terkenal yang akunnya udah centang biru.

    Sudah pasti mereka orang yang sukses and of course punya banyak duit.

    Ada yang foto liburan ke Jepang. Ada yang keterima di sekolah bergengsi seperti di St. Louis, Mountain View, BPK Penabur. Ada yang Foto dikaca pakai iPhone, seakan ada pesan tersirat didalamnya “Ini lho, hp orang kaya itu kaya gini dong.”. Ada juga yang usianya sama seperti saya tapi udah jadi sukses dan kaya raya, dan masih banyak lagi.

    Itu doang yang buat minder? Jelas enggak.

    Di sekolah ada murid yang selalu di peringkat teratas dalam prestasi akademis, ada juga prestasi dalam bidang olahraga seperti Tae Kwon Do, basket, renang, badminton.

    Impactnya? Pikiran-pikiran negatif mulai muncul lagi,

    “Kenapa aku gak bisa sukses kaya mereka?’’

    “Kapan ya aku bisa pintar olahraga?”

    “Kok bisa mereka berprestasi, tapi aku enggak?”

    Pikiran-pikiran itu membuat prestasi kelas 7 menurun dan keterusan sampai kelas 8 Semester 1. Jadinya, saya udah merasa seperti sampah, udah gak ada harapan, juga gak jarang buat kelebihan yang saya punya seperti gak guna lagi.

    Setelah itu saya sadar, kalo dibiarin kelamaan enggak baik buat kesehatan mental, setiap orang punya jalan hidupnya sendiri. Bunga tidak mekar secara bersamaan, dalam artian setiap orang tidak sukses dengan waktu yang sama melainkan dengan proses dan cara yang berbeda. Siapa tahu kita dapat sukses dengan cara kita sendiri. Who knows?

    Foto mereka yang di media sosial pastinya dipilih mana yang bagus sebelum diposting. Foto-foto di medsos nggak menjamin orang tersebut bahagia. Bisa saja ada kesedihan dibalik foto tersebut yang tidak kita tahu.

    Pelajaran berhaga yang saya ambil disini yaitu bersyukur, dan menjadi diri sendiri. Bersyukur apa yang kita punya sekarang. Jadi diri sendiri tanpa banyak menuruti apa kata orang. Karena selalu mengikuti orang lain akan terus membuat kita merasa kekurangan.

    Tentu boleh membandingkan diri dengan orang lain, namun jangan sampai membuat diri kita minder dan insecure. Jadikan sebagai motivasi agar bisa lebih baik lagi.

    Karena itu konsep pemikiran saya mulai berubah. Akhirnya saya udah semangat lagi menjalani hari-hari saya sebagai pelajar.

    Jadi buat kalian yang sedang minder, putus asa karena melihat keberhasilan orang lain seperti saya dulu. Yuk, mulai sekarang jadi diri sendiri, dan fokus mengembangkan kelebihan yang kita punya.

    “Be yourself, be the best version of you, do what you love, and love what you do.”

    No comments on Jadi Diri Sendiri
  • Tahun Baru, Semangat Baru!

    9 January 2021
    Cerita
    Kalender gratisan yang saya dapat dari bank.

    Selamat Tahun baru! Hmm… mungkin kalian langsung tanya gini “Eh… bukannya tahun baru udah lewat ya?” Ya bener juga sih, sudah lewat beberapa hari, tapi gak ada salahnya kan untuk ngucapin? Hehe. Ok, saatnya lanjut buat blog.

    “Tahun baru, semangat baru” itu pasti kata-kata yang pernah kalian dengar atau lihat ketika memasuki tahun baru. Entah kata-kata itu itu dari temen, ortu, ataupun dari medsos. Tapi rasanya, orang yang mengucapkan kata ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu, mungkin karena sekarang banyak orang yang sudah lelah dengan virus yang menyerang dunia ini.

    Memang, tahun sebelumnya bisa dibilang sangat melelahkan dan merugikan. Semua orang yang hidup di tahun 2020 pasti tahu. Semoga di tahun ini kalian lebih semangat dari tahun yang sebelumnya.

    Kali ini saya akan bercerita tentang kegiatan saya sebelum, dan selama tahun baru. Kita mulai dari sebelum tahun baru.

    Sebelum tahun baru, pada bulan Desember 2020 saya enggak liburan kemana-mana, ya karena pandemi masih belum kelar. Sekitar tanggal 26 Desember, saya mulai dengan bermain dengan adik saya, adik saya mengajarkan saya cara bermain game Minecraft. Sebenarnya, dulu saya juga pernah bermain Minecraft, cuma ya masih terbilang noob. Jadi, adik saya mengajarkan banyak hal di minecraft yang belum saya tahu. Ternyata seru juga. Setelah itu saya lanjutkan bisnis toko online saya.

    Tanggal 27 Desember, saya mulai membersihkan rumah. Semua bagian rumah saya sapu, mulai dari ruang tamu, hingga ruang paling belakang. Tempat tidur juga saya bersihkan sampai bawah. Jendela, meja, dan sofa juga saya lap. Karena rumah lumayan luas, jadi sangat memelahkan untuk membersihkan seluruh ruangan. Setelah selesai saya beristirahat sejenak sambil minum aqua untuk menfokuskan pikiran. Mulai inget iklan aqua yang “gagal fokus” itu. Haha.

    Tanggal 31 Desember jam 08:00, beberapa teman main ke rumah, gak bilang-bilang. Padahal saya baru bangun dan belum mandi. Setelah tahu saya seneng banget, ternyata ada yang peduli sampai jauh-jauh datang ke rumah. Kami mulai ngobrol banyak hal sekitar 1 jam. Setelah selesai, teman-teman pamit untuk pergi ke rumah masing-masing. Malamnya, saya bergadang untuk menyaksikan tahun baru. Ehehe.

    Tanggal 1–4 Januari, sekolah masih libur, saya gunakan untuk melanjutkan bisnis online shop saya. Selain itu, saya juga belajar Teknik Pencahayaan dan Komposisi Fotografi di Kelas.com Kebetulan mentornya adalah seorang Fotografer profesional yaitu Darwis Triadi.

    Pada tanggal 5 Januari 2021 hingga sekarang liburan selesai, saya mulai melanjutkan sekolah online. Baru masuk sudah dihadiahkan dengan banyak tugas, dan tanggung jawab oleh sekolah.

    Tugas pertama adalah… lagi-lagi kerja kelompok, mapel olahraga. Tugas kelompok ini tentang lompat galah yang akan dipresentasikan beberapa minggu lagi via Google Meet. Sekarang masih dalam proses pengerjaan. Semoga cepat selesai.

    Jadi, itu kegiatan saya selama awal tahun ini. Saya belum bisa cerita banyak karena masih ada tugas yang harus diselesaikan. Sekali lagi, selamat tahun baru dan sampai bertemu di post berikutnya.

    Tahun baru, semangat baru~

    No comments on Tahun Baru, Semangat Baru!
  • Waktu Terasa Begitu Cepat

    4 December 2020
    Sekolah

    Akhirnya Penilaian Akhir Semester (PAS) I di sekolah saya sudah selesai, meski agak kecewa karena ada satu mata pelajaran yang nilainya dibawah KKM, yaitu pelajaran Olahraga yang dapetin nilai 55. Tapi ya udah terlanjur mau gimana lagi? Yang penting itu jadi motivasi buat saya agar saya dapat ningkatin nilai lebih bagus lagi kedepannya. Sekarang waktunya chill sejenak, dan lanjut buat blog lagi.

    Kalau dipikir-pikir, gak terasa sekarang sudah masuk bulan Desember, yang artinya sebentar lagi hari raya Natal, dan tahun baru akan segera tiba. Gak terasa juga kira-kira sudah 8 bulan saya, dan teman-teman pelajar lainnya di seluruh Indonesia sudah melakukan pembelajaran secara online.

    Jadi keinget pas sekolah ngumumin pembelajaran akan dilakukan secara online tanggal 15 Maret lalu. Awalnya sih seneng banget pas dengerin kabar itu, karena udah bayangin enaknya sekolah sambil rebahan dikasur. Tapi lama kelamaan ya bosen juga. Makin lama malah jadi kangen ketemu sama temen-temen di sekolah. Ditambah tugas yang semakin banyak, dan koneksi internet dirumah yang selalu bikin emosi. Untungnya semua hal tadi sudah makin terbiasa berkat dukungan dari guru, dan ortu. Saya juga ingin terima kasih kepada Pemerintah yang bersedia memberi bantuan kuota gratis kepada saya, dan juga banyak pelajar di seluruh Indonesia.

    Masalah lain yang muncul sejak pandemi ini ya kehidupan jadi gak produktif. Kerjaannya setiap hari cuma rebahan, ngerjain tugas, belajar, makan, dan tidur. Maka itu saya coba untuk belajar gitar dengan mengikuti kursus musik, dan juga saya memulai membuka usaha toko online baru yang bernama Ventura Online Store Salatiga yang saya dirikan tanggal 18 November lalu.

    Rencana kedepannya mungkin saya akan lanjut meningkatkan kualitas toko online saya, dan membuat konten baru lagi di channel YouTube saya, karena sudah terpikirkan idenya. Jadi tungguin aja, siapa tahu setelah kalian baca post ini videonya udah tayang.

    Waktu terasa begitu cepat.

    No comments on Waktu Terasa Begitu Cepat
Previous Page
1 2 3

Brandon Prajogo

Personal Blog

    • Arsip
    • Tentang